Minggu, 22 April 2012

Pengenalan Ilmu Kimia


1.   Pengertian Ilmu kimia
Kata kimia berasal dari bahasa arab yaitu “alkimia”. Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik.

2.   Manfaat kimia dalam berbagai bidang
Ilmu kimia memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Setiap saat kita berhadapan dengan kimia. Sebagai contoh sederhana adalah ketika kita bernafas kita telah menghirup oksigen. Oksigen merupakan salah satu dari kimia. Selain itu ada peranan lain dari kimia diantaranya:
a.       Bidang kedokteran
Obat-obatan yang digunakan untuk proses penyembuhan maupun saat operasi adalah contoh penerapan kimia dalam bidang ini.
b.      Bidang pertanian
Untuk menyuburkan tanah pertanian dibutuhkanlah pemupukan. Pupuk yang digunakan dalam proses pemupukan adalah contoh dari pengaplikasian kimia dalam bidang pertanian. Selain menggunakan pupuk untuk membasmi hama digunakanlah pestisida. Pestisida juga menggunakan bahan kimia. Masih banyak lagi contoh-contoh pengaplikasian kimia dalam bidang pertanian.
c.       Bidang hukum
Dalam bidang hukum ilmu kimia berguna untuk penyelidikan suatu perkara. Dari sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku dapat diketahui siapa pelaku dalam suatu perkara. Sidik jari menggunakan bahan kimia dalam prosesnya. Selain itu juga dapat pula melalui tes DNA. Dalam prosesnya menggunakan ilmu kimia.
d.      Bidang industri
Sangat banyak contoh penerapan ilmu kimia dalam bidang ini seperti industri logam, industri plastik, dan industri lainnya.

3.   Perkembangan ilmu kimia
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan.
Sudah banyak teori yang diungkapkan oleh para kimiawan. Dari semua teori yang ada ada beberapa teori yang sampai saat ini tidak dapat dipakai lagi. Seperti teori atom Dalton yang sudah lama terpatahkan. secara periodik perkembangan kimia sebagai berikut.
1)      Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat).
2)      Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi.
o   Menurut Democritus      = setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom.
o   Menurut Aristoteles        =   materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.
3)      Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia.
§  Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat.
§  Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778).
4)      Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
5)      Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.

4.   Materi
Materi adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume. Benda-benda yang kita lihat setiap hari merupakan benda-benda yang tergolong materi.
Materi terbagi menjadi zat tunggal dan campuran. Zat tunggal adalah suatu zat yang komposisinya terdiri atas zat-zat yang memiliki kesamaan sifat kimia. Sedangkan campuran adalah materi yang terdiri dari 2 atau lebih zat dan masih mempunyai sifat asal zatnya.
Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa. Unsur merupakan suatu zat tunggal yang tidak dapat diuraikan secara kimia, sedangkan senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua macam atau lebih zat yang lebih sederhana.
1)      Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi maenjadi zat lain yang lebih sedehana. Di alam ini jumlah unsur hanya ada 90 jenis unsur. Tetapi para ahli telah dapat membuat unsur baru, sehingga sampai saaat ini jumlah unsur yang telah dikenal kurang lebih ada 114 jenis unsur dan masih dapat tambah lagi. Contoh unsur antara lain: Aluminium (Al), Besi (Fe), Carbon (C), Nitrogen (N), Oksigen (O), dll. Gambar di samping merupakan  gambar  serbuk tembaga murni yang merupakan  suatu unsur.
Unsur dapat digolongkan menjadi unsur logam dan unsur nonlogam.
no
Unsur logam
Unsur nonlogam
1
Kecuali raksa, berwujud padat pada suhu kamar.
Ada yang berwujud padat, cair, atau gas.
2
Dapat ditempa (malleable) dan dapat direnggangkan.
Bersifat rapuh, dan tidak dapat ditempa.
3
Mengkilap bila digosok.
Kecuali intan, tidak mengkilap waktu digosok.
4
Konduktor listrik dan panas.
Nonkonduktor, kecuali grafit.

2)      Senyawa
Senyawa kimia adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur dengan melalui reaksi kimia dan senyawa tersebut juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Senyawa terbentuk oleh perikatan kimia dari dua atau lebih unsur. Jumlah senyawa sangatlahbanyak, sampai sekarang ini, jumlah senyawa yang ada kurang lebih lebih 10 juta.
Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.
Banyak contoh senyawa dalam kehidupan sehari hari seperti air, gula, NH3, dan contoh lainnya.
Campuran terbagi 2 yaitu campuran homogen dan campuran heterogen
1)      Campuran homogen
Campuran homogen adalah campuran yang memiliki struktur dan susunan yang sama didalamnya sehingga sudah sulit untuk membedakan zat yang satu dengan yang lain.
larutan teh dan susu merupakan contoh campuran homogen karena kita tidak bisa lagi membedakan komponen-komponen penyusun larutan tersebut, seperti bubuk susu, air,dan gula. Larena komponen-komponen dalam larutan ini sudah tercampur menjadi satu dan memiliki susunan komponen yang sama di semua bagian larutan.


2)      Campuran heterogen
Campuran heterogen merupakan campuran yang penyusunnya tidak sama atau tidak sejenis. Biasanya campuran ini dapat dibedakan antara penyusun satu dengan yang lain.
Contoh dari campuran ini adalah campuran air dengan minyak. Ketika kedua zat ini kita satukan, maka mereka tidak akan bersatu atau masih data kita bedakan. campuran antara tanah dan batu krikil merupakan contoh lain dari campuran heterogen karena kita masih dapat membedakan komponen-komponen penyusunnya. Seperti yang sering kita lihat, kita masih dapat membedakan komponen penyusun campuran antara tanah dan batu krikil karena di semua bagian campuran tersebut tidak seragam sehingga kita bisa membedakannya.

5.   Pemisahan Campuran
Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:

1)      Filtrasi atau penyaringan
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat yang dilengkapi dengan alat penghisap.
Proses penyaringan dapat kita lihat pada penyaringan santan, penyaringan teh/kopi, penyaringan pasir, penyaringan air, dan proses penyaringan yang menggunakan metode ini.

2)      Kristalisasi
Kristalisasi adalah pemisahan campuran dengan cara menguapkan pelarutnya. Alat yang sering digunakan dilaboratorium antara lain:
-       Gelas kimia, sebagai tempat melarutkan zat dan tempat filtrat
-       Alat penyaring, dipakai untuk menyaring larutan sehingga diperoleh zat murni terlarut yang selanjutnya disebut filtrat
-       Alat pemanas, yaitu lampu spiritus, kaki tiga, dan kawat kasa. Alat itu digunakan untuk menguapkan filtrat sampai jenuh, kemudian didinginkan sampai berbentuk Kristal.
Kegunaan kristalisasi antara lain dalam pembuatan garam dari air laut, pembuatan gula pasir dari air tebu, dan industri pupuk.


3)      Penyulingan (distilasi)
Penyulingan adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya.
Pada distilasi campuran zat yang berupa cairan dipanaskan. Zat yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguap lebih dahulu. Selanjutnya uap didinginkan sampai terjadi pengembunan, kemudian cairan hasil pengembunan ditampung.
Alat yang sering digunakan dilaboratorium antara lain:
-       Labu distilasi dan alat pemanas, tempat larutan yang akan dipanaskan.
-       Pendingin liebig, alat sirkulasi air untuk pendinginan uap hasil distilasi.
-       Termometer, alat pengukur temperatur.
-       Erlenmeyer, sebagai tempat penampungan hasil distilasi.
Kegunaan distilasi antara lain untuk pemurnian air laut dan pengolahan minyak bumi. Pada pengolahan minyak bumi dapat memisahkan fraksi-fraksi hasil penyulingan seperti bensin, kerosin (minyak bumi), solar, minyak pelumas, dan paraffin.

4)      Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan atas perbedaan kecepatan perembesan dari zat-zat dalam suatu medium pelarut/zat cair tertentu.
Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula.
Ada berbagai macam jenis kromatografi yaitu:
a)    Kromatorafi kertas, digunakan untuk pemisahan zat warna. Bahan yang dipakai ialah kertas saring (kertas berpori) untuk memisahkan komponen-komponen penyusun campuran. Kromatografi kertas inilah yang paling sering digunakan dilaboratorium.
Dalam kromatografi kertas, fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. Fase gerak adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai.
b)    Kromatografi kolom, digunakan untuk mengetahui komposisi batuan/mineral. Dalam kromatografi lapis tipis, fase diam adalah lapisan tipis jel silika atau alumina pada sebuah lempengan gelas, logam atau plastik. Kolom kromatografi berkerja berdasarkan skala yang lebih besar menggunakan material terpadatkan pada sebuah kolom gelas vertikal.
c)    Kromatografi gas, adalah cara pemisahan kromatografi menggunakan gas sebagai fasa penggerak. Zat yang dipisahkan dilewatkan dalam kolom yang diisi dengan fasa tidak bergerak yang terdiri dari bahan terbagi halus yang cocok. Gas pembawa mengalir melalui kolom dengan kecepatan tetap, memisahkan zat dalam gas atau cairan, atau dalam bentuk padat pada keadaan normal. Dalam kromatografi gas-cair, fase gerak adalah gas seperti helium dan fase diam adalah cairan yang mempunyai titik didih yang tinggi diserap pada padatan. Kromatografi ini digunakan untuk mengetahui komposisi minyak bumi.
5)      Sublimasi
Sublimasi adalah pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud padat menjadi gas dan sebaliknya tanpa melalui fase cair.
Cara pemisahan campuran dengan sublimasi dipakai untuk memurnikan zat-zat yang dapat menyublim. Seperti kapur barus (kamper), iodin, dan belerang. Caranya adalah kamper dan arang dicampur disebuah alat kemudian dipanaskan sehingga kamper yang dapat menyublim akan menguap. Setelah itu zat tersebut didinginkan sehingga menjadi padat kembali.

6)      Dekantasi
Dekantasi adalah pemisahan campuran dari zat padat yang tidak larut dalam cairan. Contohnya pemisahan campuran air dengan pasir.

6.   Perubahan materi
Perubahan materi sering kita liat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya es yang membeku atau beras yang menjadi nasi dan peristiwa lainnya. Perubahan-perubahan materi dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu:

1)      Perubahan Fisis
Secara umum materi dapat digolongkan menjadi 3 fase yaitu padat, gas, dan cair. Pada proses pembentukan es batu misalnya. Ketika kita masukan sekantong air kedalam kulkas maka wujud dari air itu berubah manjadi padat (sol). Perubahan yang dialami hanyalah perubahan wujud, sedangkan jenis materi itu tidak berubah. Perubahan yang tidak merubah jenis materi itu disebut perubahan fisis.
Pada perubahan fisis tidak terbentuk materi baru, karena pada keadaan awal dan akhir jenis materinya sama. Beberapa peristiwa yang berbentuk perubahan fisis antara lain:
no
Peristiwa perubahan
disebut
contoh
1
Padat menjadi cair
Memeleh/mencair
Lilin dipanaskan
2
Cair menjadi gas
menguap
Uap air
3
Gas menjadi cair
mengembun
embun
4
Cair menjadi padat
membeku
Es batu
5
Padat menjadi uap atau sebaliknya
menyublim
Kapur barus

Sifat zat yang berhubungan dengan perubahan fisis disebut sifat fisis. Beberapa sifat fisis seperti rasa, warna, bau, wujud, bentuk Kristal, masa jenis, daya hantar, kilap logam, dan titik didih/leleh.

2)      Perubahan kimia
Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Sifat zat yang baru berbeda dari sifat zat semula. Beberapa contoh seperti pelapukan kayu, pembusukan makanan, pembakaran, pernafasan, proses asimilasi pada tumbuhan hijau, peragian, pengkaratan, dan pemucatan warna.
Sifat kimia adalah sifat zat untuk mengadakan reaksi kimia (perubahan kimia). Kebanyakan reaksi kimia dapat diketahui melalui cirri-ciri adanya reaksi kimia sebagai berikut.
a)      Perubahan warna
b)      Terjadi endapan
c)      Terbentuk gas
d)     Perubahan temperatur

Sabtu, 21 April 2012

Guru Berkualitas, Ciptakan Siswa Berkualitas



Oleh: Afriansyah


Dalam suatu sistem pendidikan, kualitas siswa yang dihasilkan merupakan suatu tolok ukur dari keberhasilan sebuah sistem pendidikan. Kualitas siswa akan sangat terlihat ketika mereka berada dimasyarakat. Disinilah mereka akan memperlihatkan kualitas mereka. Masyarakatlah yang nantinya akan melihat baik buruknya kualitas seorang siswa. Baik ketika ia masih berada dibangku sekolah, maupun ketika ia sudah menamatkan diri dari sekolah itu.
Untuk mewujudkan siswa serta para alumnus yang berkualitas, diperlukan pula pengajar yang berkualitas. Hal ini karena, guru adalah idola yang nyata bagi siswa. Setiap tindakan guru sedikit banyaknya akan mempengaruhi kualitas dari siswa. Guru yang berkualitas tidak hanya diukur dari tinggi rendahnya pendidikan seorang guru. Pendidikan minimal S1 yang diwajibkan untuk setiap guru hanyalah untuk mengikuti perkembangan zaman. Dengan adanya dampak globalisasi yang telah masuk kenegara kita, membuat pemikiran para siswa tidak sama seperti dulu lagi. Sehingga pemikiran merekapun lebih maju. Untuk mengimbangi hal tersebut, dibuatlah peraturan ini.
Disamping pendidikan seorang guru, guru yang berkualitas juga memiliki ciri lain. Ada banyak hal yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menjadi guru yang berkualitas. Diantaranya adalah kedisiplinan, tata krama, teknik pengajaran, dan banyak hal lain yang harus mereka kuasai.
Yang paling utama yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah akhlak dan budi pekerti yang baik. Setiap perilaku guru, secara langsung ataupun tidak langsung akan dicontoh oleh muridnya. Seperti kata pepatah ”guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Hal ini membuktikan bahwa murid adalah pencotek yang baik. Ketika seorang guru tidak bisa menjaga hal ini, maka murid yang melihat kelakuan dari guru tersebut akan dengan mudah mengikuti setiap perilaku guru. Bagaimana mungkin kita bisa menciptakan siswa yang berkualitas, jika gurunya berkelakuan buruk?
Selain budi pekerti, seorang guru juga harus mempunyai kedisiplinan. Kedisplinan merupakan kunci bagi siswa untuk sukses nantinya. Dengan disiplin terhadap waktu, pekerjaan, dan lainnya, maka hidup akan jadi teratur. Seorang guru harus menunjukan sikap disiplin terhadap anak didiknya. Sikap seperti ini harus ditanamkan kepada diri siswa agar ketika mereka berada dimasyarakat, mereka dapat menerapkan sikap ini.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah teknik mengajar dari seorang guru. Selain akhlak dan mental para peserta didik, ilmu yang diberikan kepada mereka juga sangat penting untuk mengetahui kualitas mereka. Dalam proses pembelajaran tidak semua murid yang mempunyai kecakapan untuk menerima pelajaran dengan baik. Setiap guru yang masuk kedalam kelas untuk menyampaikan materi harus mempunyai strategi khusus agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Selain itu strategi yang digunakan harus bervariasi agar tidak membuat para siswa menjadi bosan.
Selain ketiga poin diatas masih banyak lagi hal yang harus dikuasai oleh seorang guru. Namun dengan memiliki sikap seperti itu, sedikit banyaknya akan mempengaruhi kualitas dari para siswa. Dengan memiliki guru yang berkualitas tentu akan menciptakan siswa yang berkualitas pula. Guru yang berkualitas akan menjadi harapan pendidikan Indonesia.

Larutan Asam Basa



I.    Judul Percobaan      :    Menunjukkan Larutan Asam, Larutan Basa, dan Larutan Netral
II.  Jenis Percobaan       :    Larutan Asam, Basa, dan Netral
III. Tujuan                     :    Menguji Sifat Larutan dengan Indikator
IV. Kajian Teori            :
   Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dibagi menjadi 3 golongan, yaitu bersifat asam, basa, atau netral. Larutan asam mempunyai rasa masam dan bersifat korosif terhadap logam, sedangkan larutan basa mempunyai rasa yang sedikit pahit dan bersifat kaustik.
   Larutan asam dan basa ada yang tergolong elektrolit kuat, dan ada pula yang tergolong elektrolit lemah. Asam dan basa kuat mengion dengan sempurna (a = 1 ), sedangkan asam atau basa lemah mengion hanya sebagian kecil (a = 0 ).
Menurut Arrhenius :
·   asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. Semakin besar konsentrasi ion H+, maka semakin kecil nilai pH.
·   basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-).
Menurut Bronsted dan Lowry :
·   asam = donor proton
·   basa     = akseptor proton
Menurut Lewis :
·   asam = akseptor pasangan elektron
·   basa     = donor pasangan electron

Untuk mengenali suatu zat apakah bersifat asam atau basa kita tidak boleh sembarangan mencicipi atau memegangnya, karena akan sangat berbahaya. Contohnya asam sulfat (H2SO4).

Cara yang tepat untuk menentukan sifat asam dan basa yaitu dengan indikator asam basa. Indikator asam basa adalah zat yang dapat berubah warna jika berada dalam larutan asam dan larutan basa.

Jenis indikator terbagi menjadi 2, yaitu indikator alami (menggunakan mahkota bunga, kunyit), dan indikator buatan ( kertas lakmus ).

         Sifat asam-basa suatu larutan juga dapat ditunjukkan yaitu dengan mengukur pH-nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH < 7, larutan basa mempunyai pH > 7, sedangkan larutan netral mempunyai pH = 7.

V.  Alat dan Bahan :

·         Alat
No.
Nama
Jumlah
1.
Tabung reaksi
12 buah
2.
Rak tabung reaksi
1 buah
3.
Mortar dan Alu
2 buah
4.
Pipet tetes
1 buah
5.
Plat tetes
1 buah
6.
Spatula logam
1 buah


·         Bahan
No.
Nama
Jumlah
1.
Mahkota bunga
4 buah
2.
Asam cuka
10 ml
3.
Air kapur
10 ml
4.
Air Suling
10 ml
5.
Kertas lakmus merah/biru
2 buah
6.
Air sabun
2 tetes
7.
Air gula
2 tetes
8.
Urea
2 tetes

VI. Cara Kerja:

Ø  Dengan menggunakan kertas lakmus

  1. Guntinglah kertas lakmus yang sudah disediakan (lakmus merah dan lakmus biru) sepanjang 1 cm, masing-masing 3 lembar.
  2. Ambil plat tetes.
  3. Masukkan air cuka, air suling, dan air kapur sirih kedalam plat tetes yang telah disediakan.
  4. Masukkan kertas lakmus yang sudah dipotong kedalam masing-masing zat tersebut. Masing-masing zat dimasukkan 1 lembar lakmus biru dan 1 lembar lakmus merah.
  5. Amati perubahan yang terjadi pada kertas lakmus tersebut.
  6. Tulis hasil pengamatan kedalam tabel pengamatan.
  7. Dengan cara yang sama, ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan zat-zat yang berbeda yang ingin diuji. Kemudian nyatakan apakah larutan tersebut bersifar asam, basa, ataupun bersifat netral.

Ø  Dengan menggunakan ekstrak mahkota bunga

1.      Hancurkan mahkota bunga dengan menggunakan mortar
2.      Encerkanlah cairan bunga dengan sedikit air
3.      Ambillah 1 mL larutan bunga dan masukkan kedalam tabung reaksi
4.      Teteskan 10 tetes larutan cuka ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan
5.      Amati dan catatlah perubahan yang terjadi
6.      Ulangi percobaan diatas dengan mengganti asam cuka dengna 10 tetes air kapur
7.      Catat apa yang terjadi
8.      Lakukan kembali percobaan di atas dengan menggunakan mahkota bunga yang warnanya berbeda
9.      Amati, dan catatlah perubahannya.
VII.     Data Hasil Pengamatan

·         Pengujian larutan dengan kertas lakmus
Larutan*
Perubahan Warna
Keterangan
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Asam cuka
Merah
Merah
Asam
Air kapur
Biru
Biru
Basa
Air Suling
Merah
Biru
Netral
*ketiga larutan mewakili keenam larutan yang lain

·         Pengujian dan pengelompokan larutan dengan mahkota bunga

Warna Bunga
Warna Ekstrak
Perubahan warna
Air kapur
Asam cuka
Air suling
Merah
Merah
Hijau
Ungu muda
Merah
Putih
Krim
Putih kekuningan
Kuning
Kuning  muda
Ungu
Ungu
Kuning
Merah muda
Ungu
Kuning
Kuning
Kuning muda
Kuning
Kuning tua

Warna ekstrak bunga
Kuning
Merah
Ungu
Putih


VIII.Kesimpulan:

Dari percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1.      Larutan asam cuka merupakan larutan asam. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna lakmus biru menjadi merah. Ini dapat membuktikan bahwa larutan ini bersifat asam.
2.      Larutan kapur merupakan larutan basa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna lakmus merah menjadi biru. Ini menunjukan bahwa larutan ini bersifat basa.
3.      Larutan air suling merupakan larutan netral. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya perubahan warna pada kedua lakmus. Ini menunjukan bahwa larutan netral.
4.      Ektrak merah merupakan indikator yang mempunyai perbedaan yang cukup jelas sehingga mudah dibedakan antara asam, basa, dan netral.
5.      Larutan netral tidak merubah warna pada ekstrak bunga.
6.      Larutan asam merubah ekstrak merah menjadi ungu muda.
7.      Larutan basa merubah ekstrak merah menjadi hijau.