Sabtu, 16 Februari 2013

Koloid

Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.

Macam-macam koloid

Koloid memiliki bentuk bermacam-macam, tergantung dari fase zat pendispersi dan zat terdispersinya. Beberapa jenis koloid:
  • Aerosol yang memiliki zat pendispersi berupa gas. Aerosol yang memiliki zat terdispersi cair disebut aerosol cair (contoh: kabut dan awan) sedangkan yang memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat (contoh: asap dan debu dalam udara).
  • Sol Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: Air sungai, sol sabun, sol detergen dan tinta).
  • Emulsi Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain, namun kedua zat cair itu tidak saling melarutkan. (Contoh: santan, susu, mayonaise, dan minyak ikan).
  • Buih Sistem Koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: pada pengolahan bijih logam, alat pemadam kebakaran, kosmetik dan lainnya).
  • Gel sistem koloid kaku atau setengah padat dan setengah cair. (Contoh: agar-agar, Lem).

Sifat-sifat Koloid

  • Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.
Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
  • Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.
  • Adsorpsi
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. (Catatan : Adsorpsi harus dibedakan dengan absorpsi yang artinya penyerapan yang terjadi di dalam suatu partikel). Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
  • Muatan koloid
Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.
  • Koagulasi koloid
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
  • Koloid pelindung
Koloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari proses koagulasi.
  • Dialisis
Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid, sehingga koloid dan cairan akan berpisah.
  • Elektroforesis
Elektroferesis ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik.

sumber : wikipedia

Rabu, 23 Januari 2013

Jabir Ibnu Hayyan

Seorang tokoh besar yang dikenal sebagai “the father of modern chemistry”.
Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.
Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan teknik kimia modern saat ini.
Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, teknik distilasi dan teknik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.
Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.
Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol.
Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertamakali dilakukan oleh Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut:
1) “Spirits“ yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida.
2) “Metals” seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan
3) “Stones” yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.
Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: “The first essential in chemistry, is that you should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery.”
Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya (diterjemahkan oleh Robert of Chester – 1144) dan Kitab al-Sab’een (diterjemahkan oleh Gerard of Cremona – 1187). Beberapa tulisa Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku berjudul: Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury. Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional, seperti istilah “Alkali”, dsb.

sumber : Jabir ibnu hayyan

Selasa, 22 Januari 2013

Arti Penting Otonomi Daerah


Otonomi daerah sebagai amanat dari reformasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi daerah otonom untuk mengembangkan potensi daerahnya. Asas desentralisasi merupakan otonomi yang sangat dibutuhkan oleh daerah otonom.
Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
Ada beberapa hal yang mengakibatkan otonomi daerah ini sangat dibutuhkan dan juga menjadi agenda reformasi diantaranya:
1)      Kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta. Sementara itu pembangunan di beberapa wilayah lain di lalaikan.
2)      Pembagian kekayaan secara tidak adil dan merata.
3)      Kesenjangan sosial (dalam makna seluas-luasnya) antara satu daerah dengan daerah lain sangat terasa. Pembangunan fisik di satu daerah berkembang pesat sekali, sedangkan pembangunan di banyak daerah masih lamban dan bahkan terbengkalai.
Sementara itu, ada alasan lain yang didasarkan pada kondisi ideal, sekaligus memberikan landasan filosofis bagi penyelenggaraan pemerintah daerah (desentralisasi) sebagaimana dinyatakan oleh The Liang Gie sebagai berikut (Jose Riwu Kaho, 2001,h.8):
1.      Dari sudut politik sebagai permainan kekuasaan, desentralisasi dimaksudkan untuk mencegah penumpukan kekuasaan pada satu pihak saja yang pada akhirnya dapat menimbulkan tirani.
2.      Dalam bidang politik, penyelenggaraan desentralisasi dianggap sebagai tindakan pendemokrasian, untuk menarik rakyat ikut serta dalam pemerintahan dan melatih diri dalam mempergunakan hak-hak demokrasi.
3.      Dari sudut teknik organisatoris pemerintahan, alasan mengadakan pemerintahan daerah (desentralisasi) adalah semata-mata untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. Apa yang dianggap lebih utama untuk diurus oleh pemerintah setempat, pengurusannya diserahkan pada daerah.
4.      Dari sudut kultur, desentralisasi perlu diadakan supaya adanya perhatian sepenuhnya ditumpukan kepada kekhususan sesuatu daerah, seperti geografi, keadaan penduduk, kegiatan ekonomi, watak kebudayaan atau latar belakang sejarahnya.
5.      Dari sudut kepentingan pembangunan ekonomi, desentralisasi diperlukan karena pemerintah daerah dapat lebih banyak dan secara langsung dapat membantu pembangunan tersebut.
Manfaat dari otonomi daerah diantaranya:
1. Untuk terciptanya efisiensi-efektivas penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintahan berfungsi mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial, kesejahteraan masyarakat, ekonomi, keuangan, politik, integrasi sosial, pertahanan, keamanan dalam negeri, dll. Selain itu juga mempunyai fungsi distributif akan hal yang telah diungkapkan, fungsi regulatif baik yang menyangkut penyediaan barang dan jasa, dan fungsi ekstraktif yaitu memobilisasi sumber daya keuangan dalam rangka sarana membiayai aktifitas penyelenggaraan negara.
2. Sebagai sarana pendidikan politik. Banyak kalangan ilmuan politik berargumentasi bahwa pemerintahan daerah merupakan kancah pelatihan (training ground) dan pengembangan demokrasi dalam sebuah negara. John Stuart Mill dalam tulisannya “Represcentative Goverment” menyatakan bahwa pemerintahan daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga masyarakat untuk berpartisipasi politik, baik dalam rangka memilih atau kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik.
3. Keefektifan pengelolaan potensi daerah. Dengan adanya otonomi daerah pengelolaan potensi daerah bisa lebih efektif. Pemerintah pusat tidak harus lagi mengatur potensi daerah yang ada di daerah.
4. Stabilitas politik, Sharpe berargumentasi bahwa stabilitas politik nasional mestinya berawal dari stabilitas politik pada tingkat lokal. Hal ini dilihat dari terjadinya pergolakan daerah pada tahun 1957 – 1958 dengan puncaknya adalah kehadiran dari PRRI dan PERMESTA, karena daerah melihat kenyataan kekuasaan pemerintah Jakarta yang sangat dominan.
5. Kesetaraan politik (political equality). Dengan dibentuknya pemerintahan daerah maka kesetaraan politik diantara berbagai komponen masyarakat akan terwujud.
6. Akuntabilitas publik. Demokrasi memberikan ruang dan peluang kepada masyarakat, termasuk didaerah, untuk berpartisipasi dalam segala bentuk kegiatan penyelenggaraan negara.

Selasa, 15 Januari 2013

Kelangkaan Minyak Bumi dan Cara Mengatasinya

Di Indonesia, energi migas masih menjadi andalan utama perekonomian Indonesia, baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Pembangunan prasarana dan industri yang sedang giat-giatnya dilakukan di Indonesia, membuat pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam 10 tahun terakhir. Peningkatan yang sangat tinggi, melebihi rata-rata kebutuhan energi global, mengharuskan Indonesia untuk segera menemukan cadangan migas baru, baik di Indonesia maupun ekspansi ke luar negeri. Cadangan terbukti minyak bumi dalam kondisi depleting, sebaliknya gas bumi cenderung meningkat. Perkembangan produksi minyak Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga perlu upaya luar biasa untuk menemukan cadangan-cadangan baru dan peningkatan produksi. 
konsumsi minyak bumi (BBM) di dalam negeri kini sudah melebihi kapasitas produksi. Dalam beberapa tahun belakangan ini penyediaan BBM dalam negeri tidak dapat seluruhnya dipenuhi oleh kilang minyak domestik, hampir 20%-30% kebutuhan minyak bumi dalam negeri sudah harus diimpor dari luar negeri. Kebutuhan impor minyak bumi ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri yang diharapkan semakin membaik ditahun-tahun mendatang.
Menurut BP MIGAS penurunan jumlah produksi minyak per hari tersebut disebabkan penurunan produksi dari lapangan  existing lebih cepat dari perkiraan. Sekitar 90 persen dari total produksi minyak Indonesia dihasilkan dari lapangan yang usianya lebih dari 30 tahun, sehingga dibutuhkan investasi yang cukup besar untuk menahan laju penurunan alaminya. Upaya menahan laju penurunan produksi pada lapangan tua tersebut, yang mencapai 12 persen per tahun, gagal dilaksanakan. Sementara upaya untuk menyangga produksi melalui produksi lapangan baru, sangat bergantung kepada kinerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Bicara mengenai struktur industri, dunia perminyakan memiliki keunikan dibanding industri lainnya. Ketika industri-industri lain gencar mencanangkan perampingan, efisiensi, dan efektivitas, dalam dunia perminyakan para international oil company (IOC) yang sudah mendominasi pasar tersebut terpaksa melakukan merger karena dalam industri perminyakan modal yang terlibat luar biasa besar.
Dengan kata lain, kelangkaan minyak yang terjadi belakangan ini adalah akibat dari penurunan produksi minyak dalam negeri dan peningkatan konsumsi yang sangat signifikan di Indonesia. Hal inilah yang memaksa pemerintah untuk mengimpor minyak dari luar negeri. Hal ini tentunya akann menjadi beban Negara yang cukup besar.
Untuk mengatasi kelangkaan minyak bumi ada beberapa hal harus kita lakukan. Diantaranya:
a.       Mengonversi dari penggunaan minyak tanah ke gas
Persediaan minyak tanah yang merupakan produk turunan dari minyak bumi semakin lama semakin menipis. Untuk memperbarui minyak tanah membutuhkan waktu bejuta-juta tahun. Masyarakat Indonesia saat ini masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor untuk memasak. Sementara itu, cadangan gas masih banyak dialam. Sehingga dimungkinkan untuk berpindah menggunakan gas.
b.      Menghemat pemakaian listrik
Saat ini masih banyak pembangkit listrik yang masih menggunakan mesin diesel sebagai energi pembangkit. Semakin banyak pemakaian listrik kita maka semakin banyak pula minyak bumi yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Dengan melakukan penghematan listrik, maka kita telah membantu mengurangi pemakaian minyak bumi.
c.       Mencari sumber energi alternatif baru
Saat ini sudah banyak energi alternatif pengganti minyak bumi. Dengan terus mencari dan mengembangkan energi alternatif maka pemakaian minyak bumi akan semakin berkurang. Hal ini tentu menguntungkan karena energi alternatif dapat diperbaharui dan minyak bumi tidak dapat diperbaharui.
d.      Menggunakan BBM secara bijak
Setiap tahun pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan penggunaan BBM meningkat. Inilah yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM. Sistem 3 in 1 yang berlaku di kota besar merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi kelangkaan sekaligus kemacetan.
e.       Mengubah pola pikir masyarakat
Tak bisa dipungkiri kebanyakan masyarakat Indonesia masih banyak yang menonjolkan gengsi dan masyarakat konsumsi. Sehingga dalam suatu keluarga ada yang punya kendaraan pribadi untuk masing-masing anggota keluarga. Hal ini akan membuat pemakaian kendaraan akan semakin meningkat yang mengakibatkan kebutuhan terhadap minyak bumi seperti solar meningkat, sedangkan produksi minyak bumi tidak meningkat. Hal inilah akan mengakibatkan kelangkaan.

Minggu, 13 Januari 2013

Si Anak Jalang


Embun pagi ini masih begitu terasa. Sayup-sayup kokokan ayam itu perlahan-lahan mengecil dan akhirnya menghilang. Mataharipun baru sedikit menampakkan sinarnya yang begitu terang dan berarti bagi kehidupan. Terlihat sesosok anak kecil yang belum genap berusia 10 tahun. Pakaian putih dan celana merah yang dikenakannya menambah semaraknya pagi ini.
“aku pergi dulu ya mak” ucapnya. “uhuk…uhuk… hati-hati ya nak” jawab ibunya yang sejak seminggu lalu sakit. “hati-hati kalau ketemu konde…nanti kamu terseret” sambung sang ibu yang cemas terhadap anaknya. “iya bu” ucapnya sambil mencium tangan halus dan lembut ibunya. Sang ibu pun mencium keningnya dan seperti mengucapkan sebuah do’a untuknya.
Inilah Haris Nursalam. Sebuah nama yang bagus untuk orang semiskin dia. Nama ini diberikan oleh seorang ustadz di desa Sungai Penibung, Kutipang Raya. Nama ini memiliki arti “penjaga cahaya keselamatan” . dia terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Ketika dia berumur 6 tahun ayahnya pergi meninggalkannya dan sang ibu untuk pergi bekerja ke ibukota. Sampai kini kabar tentang ayahnyapun tiada didapati.
Sekolah haris memang jauh dari rumah. Jaraknya bisa mencapai 5 km. Apalagi dengan kondisi jalan yang bisa dibilang tidak cukup bagus. Bahkan bisa dibilang hancur. Kalau hujan turun bisa dipastikan haris dan teman yang lain tidak bisa melewati jalan itu. Itupun baru sampai sungai konde yang mengalir deras memisahkan dua perkampungan sederhana. Apalagi semenjak ada pabrik kelapa yang berada didesa sebelah membuat kondisi jalan semakin parah kerusakannya. Hal ini terjadi karena mobil pabrik yang setiap hari beroperasi dengan mengangkat beban yang melebihi kapasitas jalan sehingga jalan banyak yang hancur.
Hidup yang begitu berat ini tidak membuatnya patah semangat dalam menjalani hidup. Selalu saja tampak wajah yang ceria keluar dari parasnya yang mungil. Senyumnya yang khas membuat orang semakin yakin kalau hidupnya tanpa masalah, padahal masalah yang ditanggungnya cukup besar untuk anak sekecil itu.
Sepulang dari sekolah ia harus cepat-cepat pulang kerumah. Tak bisa ia habiskan waktu siangnya untuk bermain bersama-sama dengan temannya yang lain. Ia harus merawat ibunya yang sakit-sakitan. Bahkan ia harus bekerja untuk bisa makan sesuap nasi.
***
“Assalamualaikum” suara itu terdengar sayup-sayup dihadapan sebuah rumah reyot. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Lantainya terbuat dari batang pohon pinang yang dibelah menjadi 2 kemudian disusun menjadi lantai. Atapnya terbuat dari rumbia. Rumahnya berukuran 5 x 6 meter dengan halaman didepan rumahnya.
Tidak terdengar suara sahutan dari dalam rumah. “Assalamualaikum” Harispun mengulanginya untuk yang kedua kalinya. Kali ini juga tidak terdengar suara sahutan sang Ibu yang sedang dalam keadaan sakit. Kali ini Haris mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu.
Tampak kekhawatiran di wajah Haris. Firasatnya mengatakan bahwa terjadi sesuatu pada ibunya. Betapa tidak, dari tadi ibunya tidak juga menyahut salamnya. Sudah beberapa kali pintu rumahnya yang reyot digedornya, tapi suara yang diharapkannya belum juga terdengar.
Saat itu, hari begitu panas. Matahari bersinar begitu terik menembus kulit muka haris yang nampak cemas dengan keadaan ibunya. Orang-orang tidak nampak berkeliaran di desa sungai penibung. Hidupnya bagaikan sendiri dalam sulitnya hidup ini.
Tiba-tiba datang seseorang paruh baya dengan wajah yang selalu terpancar senyum dari bibirnya. Ternyata dia adalah pak Mudi, tetangga Haris yang biasa memberinya uang. Pak Mudi ini merupakan salah satu orang yang terpandang di kampung sungai penibung. Tanahnya yang luas  ditanami berbaris-baris kelapa. Di sanalah biasanya Haris bekerja membantu pak Mudi.
“Kamu mencari ibumu?” kata pak Mudi dengan melemparkan senyum kepada haris. “ ia pak” jawab Haris dengan singkat. “daritadi aku ketuk-ketuk pintu tapi ibu tidak ada menyahut dan membukakan pintu untukku” sambung  Haris. “bapak juga daritadi tidak melihat ada ibumu. Biasanya dia duduk diluar”
***
“bapak…aku mau sekolah. Aku ingin seperti yang lain.” Ucap haris kecil. “nanti ya nak, kalau bapak ada uang” jawab sang bapak untuk menenangkan keinginan anaknya. “jawabnya itu terus…aku mau sekolah” teriaknya sambil menangis. “iya nanti bapak carikan uangnya. Udah teruskan mainnya dengan udin bapak mau istirahat dulu” jawab bapak haris menenangkan sang anak.  
“tuh dengarkan din.  Aku nanti mau sekolah. Aku mau jadi kepala desa, kamu mau tidak jadi sepertiku din?” kata haris kepada udin teman main congkaknya. “ ah aku ngak mau, nanti aku kayak pak kades yang kemarin dibawa pak polisi kata bapakku dia maling uang.  Aku mau jualan aja kayak bapakku”  jawab udin membalas tawaran Haris. ”hmm… gitu ya din. Tapi aku tidak mau seperti dia din. Aku tidak mau ditangkap polisi nanti kasihan mamaku” harispun menanggapi.
 ah kamu curang ne” Harispun berteriak. Ternyata udin berbuat curang saat  bermain congkak.  Congkak adalah sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh 2 orang  terdiri dari papan congkak dan biji congkak. Biasanya papan congkak terbuat dari kayu, plastik, bahkan bisa dibuat ditanah dengan membuat melubangi tanah. Papan ini terdiri dari 16 buah lubang yang terdiri atas 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lubang besar dikedua sisinya. Setiap 7 lubang kecil disisi pemain dan lubang besar disisi kanannya dianggap sebagai milik sang pemain. Setiap pemain bergantian mengambil buah dari salah satu lubang miliknya kemudian meletakkan satu ke lubang sebelah kanannya dan seterusnya.
“hehe… akhirnya ketahuan juga” ucap udin dengan malu-malu. “ permainan aku sebenarnya mati ni. Sekarang giliranmu” tambah udin yang sudah ketahuan bermain curang. “huh… kecil kecil dah pandai curang” ucap haris. “hehe…” udin hanya bisa senyum-senyum karena udah terlanjur malu.
Betapa bahagianya anak itu. Haris kecil belum begitu mengerti dengan kondisi orang tuanya yang hidup dalam garis kemiskinan. sang ayah mendengar percakapan putranya dan berkata  “Do’akan ayah semoga ayah dapat uang banyak”. “ayah mau kemana?” jawab haris yang masih berusia 6 tahun. “besok ayah mau pergi keibukota untuk mencari uang sekolahmu” pesan sang ayah.
Keesokan hari ayah Harispun pergi meninggalkan istri dan anaknya. Dia harus pergi keibukota untuk mencari uang. Harispun hanya bisa terdiam. Sang ayahpun mencium kening putranya dan pergi. Tak lama kemudian sang ayah sudah menghilang dari pandangan si Haris.
***
Haris tak ingin lagi kehilangan orang yang ia sayangi. 4 tahun yang lalu ia telah kehilangan ayahnya yang sampai saat ini belum tau kemana arahnya. Kini ia harus dihadapkan pada keadaan ibunya. “coba kamu ketok lagi iris” kata pak mudi. “kita berdo’a saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan ibumu” terangnya lagi untuk menenangkan Haris yang mulai gelisah.
Setelah lama di gedor belum juga terdengar suara ibu haris. “bagaimana ini pak? Ibu tidak menyahut panggilan Haris. Apa ibu masih marah dengan haris karena tadi pagi lambat bangun” ucap haris. Terlihat mata Haris kini sudah mulai berkaca-kaca. “ya udah. Kita dobrak aja bagaimana?” sahut pak Mudi memberikan solusi. “nanti bapak yang akan memperbaiki pintumu” tambahnya.
Harispun setuju untuk mendobrak pintu rumahnya yang sudah tampak tua. Maklum rumah itu merupakan rumah peninggalan neneknya Haris yang telah meninggal ketika Haris berusia 2 tahun. Walaupun rumah tua, ternyata mereka berdua kesulitan untuk mendobrak rumah itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya pintu itu berhasil terbuka.
Setelah pintu itu terbuka, betapa terkejutnya Haris melihat kondisi ibunya yang terlihat tidak berdaya diatas tikar. Selama ini haris dan ibunya tidak pernah merasakan empuknya tidur diatas kasur. Selama ini mereka hanya tidur beralaskan tikar. Begitu kasihan melihat penderitaan yang dialami oleh ibu haris. Matanya hanya bisa menatap anaknya yang matanya sudah berkaca-kaca.
“nak…” panggil ibunya lirih. Harispun mendekati ibunya yang sedang sekarat. “ibu sudah tidak kuat lagi nak. Tolong ambilkan kotak didalam lemari itu nak” sambung ibunya. Harispun mengambil kotak dilemari reot itu. “ ini bu kotaknya, apa itu bu?” ucap haris penasaran. Ibunya membuka kotak dan mengambil sebuah benda dari kotak itu. Benda itu adalah sebuah kalung yang terbuat dari rotan. “ pakai ini nak. Ini pemberian ayahmu sebelum iya pergi. Carilah ayahmu, gapai cita-citamu nak. Uhuk-uhuk… Laillahailallah” inilah kata-kata terakhir yang diucapkan ibunya. Kini sang ibupun telah pergi dengan tenang ke hadirat Allah yang maha kuasa. Air matapun terkucur deras dari anak ini. Pak mudi yang menemaninyapun tak sanggup untuk berkata apa-apa lagi.
Setelah pemakaman sang ibu Harispun berpamitan kepada pak mudi untuk pergi mencari ayahnya sesuai dengan amanat ibunya. Ia ditemani oleh Badrun, tetangganya. Selain itu juga haris mengucapkan terima kasih kepada pak mudi yang telah membantunya selama ini. “ ini bekal untukmu selama perjalanan nak. Hati-hati dijalan ya. Bg Badrun akan menemanimu.” Ucap pak mudi kepada haris. Harispun hanya mengangguk.
Perlahan-lahan bayangan haris dan badrunpun mulai menghilang. Kini ia hanya berharap akan bertemu dengan ayahnya yang telah lama meninggalkannya. Kalau dibilang hidup ia seakan mati tanpa orang tuanya. Tapi dibilang mati dia masih bisa bernafas. Betapa tidak beruntungnya nasib anak ini. Sekecil ini ia harus menanggung beban seberat ini.