Assalamualaikum
buat mahasiswa FMIPA atau Fakultas lainnya di Universitas Riau... ada acara menarik ne
jangan sampai ketinggalan ya
mari ikutan MIPA EXPO 2013
apa saja sih yang ada disini?
mari kita jabarkan
- ada info lowongan kerja di Industri kecil atau besar di Riau
- ada seminar ilmiah dengan menghadirkan narasumber" handal
- info beasiswa dalam dan luar negeri
- berbagai kompetisi untuk mahasiswa dan siswa di bidang mipa
- berbagai lomba seni untuk mahasiswa UR
- dan banyak lagi yang bisa kamu dapatkan...
info
fb : mipaexpo2013
Sabtu, 09 Maret 2013
Sabtu, 16 Februari 2013
Koloid
Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.
Macam-macam koloid
Koloid memiliki bentuk bermacam-macam, tergantung dari fase zat pendispersi dan zat terdispersinya. Beberapa jenis koloid:
- Aerosol yang memiliki zat pendispersi berupa gas. Aerosol yang memiliki zat terdispersi cair disebut aerosol cair (contoh: kabut dan awan) sedangkan yang memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat (contoh: asap dan debu dalam udara).
- Sol Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: Air sungai, sol sabun, sol detergen dan tinta).
- Emulsi Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain, namun kedua zat cair itu tidak saling melarutkan. (Contoh: santan, susu, mayonaise, dan minyak ikan).
- Buih Sistem Koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: pada pengolahan bijih logam, alat pemadam kebakaran, kosmetik dan lainnya).
- Gel sistem koloid kaku atau setengah padat dan setengah cair. (Contoh: agar-agar, Lem).
Sifat-sifat Koloid
- Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya)
oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul
koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.
Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena
sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan
tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid,
cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid
mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat
menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati,
partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya
sedikit dan sangat sulit diamati.
- Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang
senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak
beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita
akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk
zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel
suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak
seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada
zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak
brown ). Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas,
pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan
partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari
segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan
yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan
tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi
gerak zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang
terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin
lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown
sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran
heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga
dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka
semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium
pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase
terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah
suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.
- Adsorpsi
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau
senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya
permukaan partikel. (Catatan : Adsorpsi harus dibedakan dengan absorpsi
yang artinya penyerapan yang terjadi di dalam suatu partikel). Contoh :
(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
- Muatan koloid
Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.
- Koagulasi koloid
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan.
Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi
membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti
pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti
penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
- Koloid pelindung
Koloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari proses koagulasi.
- Dialisis
Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara
ini disebut proses dialisis. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang
tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi
sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan
tetapi tidak dapat dilewati koloid, sehingga koloid dan cairan akan
berpisah.
- Elektroforesis
Elektroferesis ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik.
sumber : wikipedia
Rabu, 23 Januari 2013
Jabir Ibnu Hayyan
Seorang tokoh besar yang dikenal sebagai “the father of modern chemistry”.
Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.
Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.
Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar
untuk berkembangnya ilmu kimia dan teknik kimia modern saat ini.
Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam
sitrat, asam asetat, teknik distilasi dan teknik kristalisasi. Dia juga
yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan
asam nitrat) untuk melarutkan emas.
Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia
kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan
karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan
dioksida pada pembuatan gelas kaca.
Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine
akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian
memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol.
Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan
kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertamakali dilakukan oleh
Jabir. Dia mengajukan tiga kelompok senyawa berikut:
1) “Spirits“ yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida.
2) “Metals” seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan
3) “Stones” yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.
1) “Spirits“ yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida.
2) “Metals” seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi; dan
3) “Stones” yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.
Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: “The first
essential in chemistry, is that you should perform practical work and
conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes
experiments will never attain the least degree of mastery.”
Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy
diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk
para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya
(diterjemahkan oleh Robert of Chester – 1144) dan Kitab al-Sab’een
(diterjemahkan oleh Gerard of Cremona – 1187). Beberapa tulisa Jabir
juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku
berjudul: Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury.
Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga
telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional,
seperti istilah “Alkali”, dsb.
sumber : Jabir ibnu hayyan
sumber : Jabir ibnu hayyan
Selasa, 22 Januari 2013
Arti Penting Otonomi Daerah
Otonomi daerah sebagai amanat dari
reformasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi daerah otonom untuk
mengembangkan potensi daerahnya. Asas desentralisasi merupakan otonomi yang
sangat dibutuhkan oleh daerah otonom.
Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat
hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus
urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa
sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
Ada beberapa hal yang mengakibatkan
otonomi daerah ini sangat dibutuhkan dan juga menjadi agenda reformasi
diantaranya:
1) Kehidupan
berbangsa dan bernegara selama ini sangat terpusat di Jakarta. Sementara itu pembangunan
di beberapa wilayah lain di lalaikan.
2) Pembagian
kekayaan secara tidak adil dan merata.
3) Kesenjangan
sosial (dalam makna seluas-luasnya) antara satu daerah dengan daerah lain
sangat terasa. Pembangunan fisik di satu daerah berkembang pesat sekali,
sedangkan pembangunan di banyak daerah masih lamban dan bahkan terbengkalai.
Sementara
itu, ada alasan lain yang didasarkan pada kondisi ideal, sekaligus memberikan
landasan filosofis bagi penyelenggaraan pemerintah daerah (desentralisasi)
sebagaimana dinyatakan oleh The Liang Gie sebagai berikut (Jose Riwu Kaho,
2001,h.8):
1.
Dari sudut politik
sebagai permainan kekuasaan, desentralisasi dimaksudkan untuk mencegah
penumpukan kekuasaan pada satu pihak saja yang pada akhirnya dapat menimbulkan
tirani.
2.
Dalam bidang politik,
penyelenggaraan desentralisasi dianggap sebagai tindakan pendemokrasian, untuk
menarik rakyat ikut serta dalam pemerintahan dan melatih diri dalam mempergunakan
hak-hak demokrasi.
3.
Dari sudut teknik
organisatoris pemerintahan, alasan mengadakan pemerintahan daerah
(desentralisasi) adalah semata-mata untuk mencapai suatu pemerintahan yang
efisien. Apa yang dianggap lebih utama untuk diurus oleh pemerintah setempat,
pengurusannya diserahkan pada daerah.
4.
Dari sudut kultur,
desentralisasi perlu diadakan supaya adanya perhatian sepenuhnya ditumpukan
kepada kekhususan sesuatu daerah, seperti geografi, keadaan penduduk, kegiatan
ekonomi, watak kebudayaan atau latar belakang sejarahnya.
5.
Dari sudut kepentingan
pembangunan ekonomi, desentralisasi diperlukan karena pemerintah daerah dapat
lebih banyak dan secara langsung dapat membantu pembangunan tersebut.
Manfaat
dari otonomi daerah diantaranya:
1. Untuk terciptanya efisiensi-efektivas
penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintahan
berfungsi mengelola berbagai dimensi kehidupan seperti bidang sosial,
kesejahteraan masyarakat, ekonomi, keuangan, politik, integrasi sosial,
pertahanan, keamanan dalam negeri, dll. Selain itu juga mempunyai fungsi
distributif akan hal yang telah diungkapkan, fungsi regulatif baik yang
menyangkut penyediaan barang dan jasa, dan fungsi ekstraktif yaitu memobilisasi
sumber daya keuangan dalam rangka sarana membiayai aktifitas penyelenggaraan
negara.
2. Sebagai sarana pendidikan politik.
Banyak kalangan ilmuan politik berargumentasi bahwa pemerintahan daerah
merupakan kancah pelatihan (training ground) dan pengembangan demokrasi dalam
sebuah negara. John Stuart Mill dalam tulisannya “Represcentative Goverment”
menyatakan bahwa pemerintahan daerah akan menyediakan kesempatan bagi warga
masyarakat untuk berpartisipasi politik, baik dalam rangka memilih atau
kemungkinan untuk dipilih dalam suatu jabatan politik.
3. Keefektifan pengelolaan potensi daerah. Dengan
adanya otonomi daerah pengelolaan potensi daerah bisa lebih efektif. Pemerintah
pusat tidak harus lagi mengatur potensi daerah yang ada di daerah.
4. Stabilitas politik,
Sharpe berargumentasi bahwa stabilitas politik nasional mestinya berawal dari
stabilitas politik pada tingkat lokal. Hal ini dilihat dari terjadinya
pergolakan daerah pada tahun 1957 – 1958 dengan puncaknya adalah kehadiran dari
PRRI dan PERMESTA, karena daerah melihat kenyataan kekuasaan pemerintah Jakarta
yang sangat dominan.
5. Kesetaraan politik (political equality).
Dengan dibentuknya pemerintahan daerah maka kesetaraan politik diantara berbagai
komponen masyarakat akan terwujud.
6. Akuntabilitas publik.
Demokrasi memberikan ruang dan peluang kepada masyarakat, termasuk didaerah,
untuk berpartisipasi dalam segala bentuk kegiatan penyelenggaraan negara.
Selasa, 15 Januari 2013
Kelangkaan Minyak Bumi dan Cara Mengatasinya
Di
Indonesia, energi migas masih menjadi andalan utama perekonomian Indonesia,
baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri.
Pembangunan prasarana dan industri yang sedang giat-giatnya dilakukan di
Indonesia, membuat pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam 10
tahun terakhir. Peningkatan yang sangat tinggi, melebihi rata-rata kebutuhan
energi global, mengharuskan Indonesia untuk segera menemukan cadangan migas
baru, baik di Indonesia maupun ekspansi ke luar negeri. Cadangan terbukti
minyak bumi dalam kondisi depleting, sebaliknya gas bumi cenderung meningkat.
Perkembangan produksi minyak Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan,
sehingga perlu upaya luar biasa untuk menemukan cadangan-cadangan baru dan
peningkatan produksi.
konsumsi
minyak bumi (BBM) di dalam negeri kini sudah melebihi kapasitas produksi. Dalam
beberapa tahun belakangan ini penyediaan BBM dalam negeri tidak dapat
seluruhnya dipenuhi oleh kilang minyak domestik, hampir 20%-30% kebutuhan
minyak bumi dalam negeri sudah harus diimpor dari luar negeri. Kebutuhan impor
minyak bumi ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan
jumlah penduduk yang terus meningkat dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri
yang diharapkan semakin membaik ditahun-tahun mendatang.
Menurut
BP MIGAS penurunan jumlah produksi minyak per hari tersebut disebabkan
penurunan produksi dari lapangan
existing lebih cepat dari perkiraan. Sekitar 90 persen dari total
produksi minyak Indonesia dihasilkan dari lapangan yang usianya lebih dari 30
tahun, sehingga dibutuhkan investasi yang cukup besar untuk menahan laju
penurunan alaminya. Upaya menahan laju penurunan produksi pada lapangan tua
tersebut, yang mencapai 12 persen per tahun, gagal dilaksanakan. Sementara
upaya untuk menyangga produksi melalui produksi lapangan baru, sangat
bergantung kepada kinerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Bicara mengenai
struktur industri, dunia perminyakan memiliki keunikan dibanding industri
lainnya. Ketika industri-industri lain gencar mencanangkan perampingan,
efisiensi, dan efektivitas, dalam dunia perminyakan para international oil
company (IOC) yang sudah mendominasi pasar tersebut terpaksa melakukan merger
karena dalam industri perminyakan modal yang terlibat luar biasa besar.
Dengan
kata lain, kelangkaan minyak yang terjadi belakangan ini adalah akibat dari
penurunan produksi minyak dalam negeri dan peningkatan konsumsi yang sangat
signifikan di Indonesia. Hal inilah yang memaksa pemerintah untuk mengimpor
minyak dari luar negeri. Hal ini tentunya akann menjadi beban Negara yang cukup
besar.
Untuk mengatasi kelangkaan
minyak bumi ada beberapa hal harus kita lakukan. Diantaranya:
a.
Mengonversi dari penggunaan
minyak tanah ke gas
Persediaan minyak tanah
yang merupakan produk turunan dari minyak bumi semakin lama semakin menipis.
Untuk memperbarui minyak tanah membutuhkan waktu bejuta-juta tahun. Masyarakat
Indonesia saat ini masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor
untuk memasak. Sementara itu, cadangan gas masih banyak dialam. Sehingga
dimungkinkan untuk berpindah menggunakan gas.
b.
Menghemat pemakaian listrik
Saat ini masih banyak
pembangkit listrik yang masih menggunakan mesin diesel sebagai energi
pembangkit. Semakin banyak pemakaian listrik kita maka semakin banyak pula
minyak bumi yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Dengan melakukan penghematan listrik, maka kita telah membantu mengurangi
pemakaian minyak bumi.
c.
Mencari sumber energi alternatif
baru
Saat ini sudah banyak energi alternatif
pengganti minyak bumi. Dengan terus mencari dan mengembangkan energi alternatif
maka pemakaian minyak bumi akan semakin berkurang. Hal ini tentu menguntungkan
karena energi alternatif dapat diperbaharui dan minyak bumi tidak dapat
diperbaharui.
d.
Menggunakan BBM secara
bijak
Setiap tahun pengguna
kendaraan pribadi semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan penggunaan BBM
meningkat. Inilah yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM. Sistem 3 in 1 yang
berlaku di kota besar merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi
kelangkaan sekaligus kemacetan.
e.
Mengubah pola pikir
masyarakat
Tak bisa dipungkiri
kebanyakan masyarakat Indonesia masih banyak yang menonjolkan gengsi dan
masyarakat konsumsi. Sehingga dalam suatu keluarga ada yang punya kendaraan
pribadi untuk masing-masing anggota keluarga. Hal ini akan membuat pemakaian
kendaraan akan semakin meningkat yang mengakibatkan kebutuhan terhadap minyak
bumi seperti solar meningkat, sedangkan produksi minyak bumi tidak meningkat.
Hal inilah akan mengakibatkan kelangkaan.
Langganan:
Postingan (Atom)

